SEJARAH DESA

  17 April 2017  |  DESA KEMIRI

Pada jaman Kolonial Belanda sekitar tahun 1875  di wilayah Kabupaten Banyuwangi bagian tengah, Tepatnya di bagian timur bukit Lider, terdapat sebuah dataran yang cukup luas dengan pemandangan hutan yang cukup lebat. Diantara banyaknya jenis pepohonan yang tumbuh di Wilayah bukit Lider, jenis pohon Kemiri merupakan bagian yang paling banyak dijumpai. Sehingga saking banyaknya jenis pohon Kemiri yang tumbuh, maka manyarakat asli yang tinggal di sekitar hutan tersebut, mengabadikan nama wilayah tempat tinggalnya dengan nama Pedukuhan KEMIRI.

Dahulu wilayah Kemiri hanyalah sebuah pedukuhan yang ditempati beberapa kepala keluarga saja. Namun akhirnya karena hutan banyak dibuka menjadi sebuah tempat tinggal yang lebih luas maka wilayah yang tadinya hanyalah sebagai pedukuhan berkembang menjadi sebuah desa yang diberi nama Desa Kemiri

Pada awal berdirinya, Desa Kemiri dipimpin oleh Kepala Desa, yang bernama H.ALI. Beliau merupakan seorang yang sangat dihormati dan disegani oleh warganya. Masa kepemimpinannya dimulai sejak berdirinya Desa Kemiri yaitu sekitar tahun 1875 sampai tahun 1905.

Wilayah Desa Kemiri semakin hari bertambah luas, seiring dengan banyaknya hutan yang di buka oleh warga. Hingga wilayah yang sebagian besar berupa hutan berubah menjadi perkampungan.

Wilayah  Desa  Kemiri  di mulai dari sebelah barat daerah  bukit  Lider (sekarang masuk dalam wilayah desa Sragi kecamatan Songgon) sampai sebelah timur daerah Cantuk (sekarang desa Cantuk kecamatan Singojuruh).

Pada tahun 1905 terjadi pergantian Kepala Desa. Dan yang terpilih menjadi Kepala Desa Kemiri ke 2 yaitu TOYIB. Beliau menjabat sebagai Kepala Desa Kemiri sebanyak dua kali yaitu sekitar tahun 1905 sampai 1915. Dan sekitar tahun 1920 sampai 1940 beliau terpilih kembali menjadi Kepala Desa Kemiri yang ke 4. Diantara kepemimpinan  Kepala Desa Toyib ini diselingi oleh Kepala Desa Kemiri yang ke 3 yang bernama H. MASHUDI (sekitar tahun 1915 sampai 1920). Beliau merupakan anak kandung dari Kepala Desa Kemiri yang pertama yang bernama H. ALI dan menjabat menjadi Kepala Desa hanya lima tahun. Setelah itu Kepala Desa dijabat kembali oleh TOYIB (tahun 1920 sampai 1940). Inipun wilayah Desa Kemiri masih sangat luas atau masih sama dengan luas wilayah Desa Kemiri yang pimpin Kepala Desa  yang petama (sekarang, mulai desa Sragi kecamatan Songgon sampai desa Cantuk kecamatan Singojuruh).

Sekitar tahun 1940 terjadi pergantian Kepala Desa Kemiri yang ke lima . Dan yang terpilih menjadi Kepala Desanya yaitu KAMDANI (tahun 1940 sampai 1943). Beliau menjabat menjadi Kepala Desa Kemiri hanya tiga tahun, dan ini merupakan kepala Desa Kemiri  yang masa kepemimpinanannya paling pendek, sehingga keadaan Desa Kemiri tidak mengalami perubahan (Luas wilayah Desa Kemiri masih sama dengan yang di atas)

 Kepala Desa Kemiri diatas (H. ALI, TOYIB, H. MASHUDI Dan KAMDANI), semuanya merupakan Kepala Desa pada masa penjajahan kolonial Belanda. Sehingga keadaan Desa Kemiri tidak mengalami perubahan yang begitu penting (LUAS WILAYAHNYA SAMA)

 Sekitar tahun 1943 terjadi pergantian Kepala Desa lagi. Dan yang terpilih menjadi Kepala Desa Kemiri yang ke  enam   yaitu  
H . ARIFAH (sekitar tahun 1943 sampai 1949) .                                              

Pada masa kepemimpinan H. ARIFAH  inilah terjadi peristiwa penting diantaranya : 

  1. Negara kita Indonesia telah mempersiapkan kemerdekaan.
  2. tercapainya kemerdekaan Negara Ripublik Indonesia (tanggal
    17 Agustus 1945)
  3. Terjadi  pemecahan desa yang pertama yaitu wilayah cantuk berkembang menjadi sebuah desa yang mandiri dan lepas dari Desa Kemiri. Sehingga terbentuklah Desa Cantuk
  4. Setelah desa Cantuk terlepas dari Desa Kemiri sebagai desa induk, dalam perkembangan selanjutnya wilayah Sragi juga lepas  dari Desa Kemiri dan membentuk desa baru dan mandiri
    (sekarang Desa Sragi  masuk dalam kecamatan Songgon)

 

Sehingga wilayah Desa Kemiri yang tadinya sangat luas yang membentang mulai dari wilayah Sragi sampai dengan wilayah Cantuk, pada masa pemerintahan Kepala Desa H.ARIFAH, wilayah Desa Kemiri menjadi menyempit.        

Dan pada tahun 1949 terjadi pergantian Kepala Desa Kemiri yang ke tujuh. Dan yang terpilih menjadi Kepala Desanya yaitu
H. SUNARYO/H. USMAN  (Nama panggilannya lurah KACUNG) menjabat sebagai Kepala Desa Kemiri sekitar tahun 1949 sampai tahun 1965. Dalam masa kepemimpinanya, Desa Kemiri tidak mengalami peristiwa penting atau hampir sama dengan Kepala Desa sebelumnya .

Sekitar tahun 1965 negara Ripublik Idonesia terjadi pemberontakan G 30 S/ PKI. Sehingga berdampak pada pemerintahan Desa Kemiri. Untuk mengantisipasi dan menanggulangi gerakan tersebut diatas, maka  Pemerintah  mengambil langkah kebijakan yaitu setiap putra daerah yang menjadi anggota militer (ABRI) yang bertugas  di luar daerah dipulangkan untuk mengamankan dan mengendalikan daerahnya masing-masing. Jadi semua warga kemiri yang menjadi anggota militer pulang ke daerahnya, salah satu dari anggota militer tersebut yang paling dikenal oleh warga yang bernama Abdul Syukur yang pada waktu itu di percaya sebagai pengendali keamanan diDesa Kemiri, hingga situasi dan kondisi Desa Kemiri menjadi lebih aman dan terkendali.

Setelah pemberontakan G 30 S/PKI dapat ditumpas, dan kondisi Desa Kemiri sudah aman dan terkendali, maka pada tahun 1966 Desa Kemiri mengadakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Sebagai calon tunggal adalah Abdul Syukur, hingga kemudian terpilih dan secara resmi dilantik menjadi Kepala Desa Kemiri. Jadi ABDUL SYUKUR menjabat Kepala Desa Kemiri sebanyak dua kali, yang pertama sebagai pejabat sementara (PJs) sekitar tahun 1965 sampai tahun 1966 atau pada waktu terjadinya pemberontakan G 30 S/PKI. Dan yang kedua menjadi Kepala Desa Kemiri melalui pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sekitar tahun 1966 sampai tahun 1990. Desa Kemiri pada waktu dipimpin oleh Kepala Desa Abdul Syukur ini wilayahnya meliputi  enam padukuhan atau dusun  yang terdiri dari :

  1. Dusun Kemiri
  2. Dusun Rukem
  3. Dusun Kedungliwung
  4. Dusun Umbulrejo
  5. Dusun Paeloan
  6. Dusun Kendal

Semasa pemerintahan Kepala Desa Abdul Syukur, Desa Kemiri secara berlahan–lahan sudah teratur dan baik. hal ini dikarenakan oleh kondisi Negara Republik Indonesia yang mulai aman  dan stabil.

Namun masa kepemimpinan beliau tidak bisa dijalankan hingga selesai sampai habis masa jabatannya, hal ini dikarenakan kondisi kesehatan beliau yang kurang mendukung (sakit parah), sehingga untuk melaksanakan aktivitas pemerintahan desa agar tetap berjalan, maka  pemerintah mengeluarkan surat keputusan (SK) kepada saudara AMIN RAHMAN sebagai pelaksana harian (PLH) yang hanya beberapa bulan, Hingga beliau menghantarkan Desa Kemiri untuk mengadakan pemilihan kepala desa (PILKADES) yang kedua.

Maka Pada tahun 1991 di Desa Kemiri diadakan  pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Dan di ikuti oleh beberapa calon Kepala Desa Kemiri antara lain :

  1.  MOH HAKIM, SH
  2.  SUCIPTO
  3.  FANTI UTOMO
  4.  AFANDI

Hingga kemudian  terpilih dan secara resmi di lantik menjadi Kepala Desa Kemiri yaitu MOH HAKIM, SH .

           Adapun wilayah Desa Kemiri pada saat itu meliputi enam padukuhan atau dusun sebagai berikut :

  1. Dusun Kemiri
  2. Dusun Rukem
  3. Dusun Kedungliwung
  4. Dusun Umbulrejo
  5. Dusun Paeloan
  6. Dusun Kendal

 

 

 

 

 

           Pada tanggal 28 Oktober 1995 Pemerintahan Desa Kemiri mengusulkan pemecahan Desa sesuai dengan peraturan Desa Kemiri Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Nomor : II Bwi no. 05 tahun 1995 tentang pemecahan desa Sumberbaru menjadi desa definitif, Usulan tersebut oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Banyuwangi di realisasi sehingga pada tanggal 16 Desember 2000 Desa Sumberbaru secara resmi menjadi Desa definitif, sesuai dengan Keputusan Bupati Banyuwangi nomor : 188/560/Kep/439.014/2000 tentang Penetapan Desa Persiapan Sumberbaru Kecamatan Singojuruh menjadi Desa Sumberbaru.

           Dengan keputusan Bupati Banyuwangi tersebut diatas sehingga  Desa Kemiri terbagi menjadi 3 (tiga) dusun antara lain :

  1. Dusun Kemiri
  2. Dusun Rukem
  3. Dusun Kedungliwung

Sedangkan asal usul nama masing-masing dusun yang menjadi wilayah Desa Kemiri adalah sebagai berikut :

 

1. Dusun Kemiri

Dahulu di wilayah Desa Kemiri bagian timur banyak tumbuh tanaman kemiri dibanding dengan wilayah yang lain . saking banyak nya tanaman kemiri yang tumbuh itulah maka masyarakatnya  sepakat untuk menamakan daerahnya dengan mengambil nama pohon yang banyak tumbuh dan langka tersebut diatas yaitu tanaman kemiri. maka sampai sekarang daerah tersebut dinamakan  Dusun Kemiri (tanaman kemiri merupakan salah satu tanaman yang dapat di ambil buahnya untuk dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan dapat di gunakan sebagai bahan untuk merawat rambut).

 

 

2. Dusun Rukem

Di daerah ini dahulu tumbuh sebuah pohon yang cukup besar,   tinggi dan berbuah, tepat tumbuhnya pohon yang besar yaitu di sebelah selatan sungai kumbo, pohon yang besar, tinggi dan berbuah itu namanya pohon rukem. Pohon rukem tersebut hanya dapat dijumpai di daerah itu dan tidak dijumpai di daerah kemiri  lainnya. Di sekitar pohon rukem, dahulu ada sebuah perkampungan kecil karena perkembangan jaman lambat laun daerah tersebut menjadi ramai dan besar sehingga menjadi sebuah padukuhan. Sehingga oleh penduduk setempat kemudian daerah tersebut dinamakan pedukuhan atau Dusun Rukem (mengambil nama pohon Rukem).

 

3. Dusun Kedungliwung

           Asal usul nama dusun kedungliwung adalah bermula, di daerah selatan pemakaman umum dusun Kedungliwung mengalir sungai kumbo. Disitulah dahulu ada sebuah kedung yang dalam bahasa jawa berarti genangan air yang cukup luas dan dalam.

Sedangkan asal usul nama Dusun Kedungliwung bermula dari wilayah bagian selatan daerah tersebut. Ada sungai yang besar yaitu namanya sungai Kumbo sedangkan sungai tersebut terdapat genangan air yang cukup dalam  bahasa jawa di sebut Kedung. Di tengah kedung terdapat pusaran air (air yang berputar) orang jawa mengatakan ngeliwung sehingga penduduk sekitar menamakan daerah tersebut Dusun “Kedungliwung“

Pada tahun 1998 masa jabatan kepala desa H. ABDUL HAKIM,SH selesai.  Kemudian Desa Kemiri membuka pendaftaran calon kepala desa, namun karena masyarakat Desa Kemiri tidak ada yang mencalonkan sebagai kepala desa. maka H. ABDUL HAKIM diangkat kembali menjadi kepala Desa Kemiri sementara (Pjs)  selama satu tahun. Masa Pjs tersebut kemudian dilanjutkan oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Singojuruh yang bernama SUTJIPTO pada tahun 2000, beliau menjabat menjadi Pjs Desa Kemiri selama satu tahun. Karena masih belum ada dari masyarakat Desa Kemiri yang mencalonkan sebagai kepala Desa Kemiri, maka sekretaris desa (sekdes)  yang bernama HAMID (Tahun 2001) kemudian diangkat menjadi Kepala Desa Kemiri sementara (Pjs) yang menggantikan Pjs sebelumnya (Sutjipto) Menjadi pjs Desa Kemiri selama satu tahun.

Tahun 2002 Desa Kemiri mengadakan Pilihan Kepala Desa (Pilkades). Dan terdapat 2 (dua) calon kepala Desa Kemiri yang bernama :

  1.  HAMID (yang menjabat sebagai Pjs Desa Kemiri).
  2.  ROSUL DEWANTORO.  

Dan yang terpilih menjadi kepala Desa Kemiri yaitu HAMID. Sehingga secara resmi beliau diangkat dan dilantik menjadi kepala Desa Kemiri tahun 2012.

Tahun 2012 Desa Kemiri mengadakan Pilihan Kepala Desa (Pilkades). Dan terdapat 3 (Tiga) calon Kepala Desa Kemiri yang bernama :

  1. SUPALI
  2. ADI CAHYONO, SH, S.Sos
  3. PANTI UTOMO

Dan yang terpilih menjadi kepala Desa Kemiri yaitu PANTI UTOMO Sehingga secara resmi beliau diangkat dan dilantik menjadi kepala Desa Kemiri tahun 2012 Hingga sekarang

 

Desa Kemiri Kecamatan Singojuruh mempunyai luas wilayah 4.686.473 M² / Empat Juta Enam Ratus Delapan Puluh Enam Ribu Empat Ratus Tujuh Puluh Tiga Meter Persegi (Sumber : Hasil Pengukuran SISMIOP Tahun 2005 Desa Kemiri Kecamatan  Singojuruh Kabupaten Banyuwangi), jumlah penduduk tahun 2013 tercatat sebanyak 4.564 jiwa, terdiri atas 2.225 jiwa penduduk laki-laki dan 2.339 jiwa penduduk perempuan yang tersebar di tiga dusun. yang tersebar di tiga dusun, 10 RW dan 28 RT.  

Adapun rincian jumlah RT/ RW yang ada di masing-masing dusun di wilayah Desa Kemiri saat ini adalah sebagai berikut :

  1. Dusun Kemiri                 : 3 RW, 12 RT
  2. Dusun Rukem                 : 3 RW, 07 RT
  3. Dusun Kedungliwung      : 4 RW, 09 RT    

 

Demikian asal usul Desa Kemiri yang bisa digali dari para sesepuh desa dan tokoh masyarakat di Desa Kemiri, semoga bisa menjadi pengetahuan dan pengalaman khususnya bagi generasi muda Desa Kemiri dan masyarakat Banyuwangi pada umumnya.        

Narasumber: Sesepuh Desa Kemiri

Contact Details

  Alamat :  
  Email :
  Telp. :
  Instagram :
  Facebook :
  Twitter :


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi